Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pemikiran

Yang Dapat Kita Pelajari dari Kematian Beberapa Tokoh pada Tahun 2016

Gambar
Tanpa mengurangi rasa empati akan tingginya angka kematian yang menimpa masyarakat sipil akibat kejahatan perang, kriminalitas, dan terorisme selama tahun 2016, izinkan saya membahas beberapa pelajaran hidup dari beberapa tokoh atau figur yang meninggal pada tahun ini. 2016, sebagaimana yang kita sama-sama ketahui, merupakan tahun penuh duka dengan rentetan kematian beberapa tokoh dunia dari hari ke hari. Mereka yang lahir di dunia dengan anugerah sehingga mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap orang lain. Mereka pula yang ketika meninggal tak hanya ditangisi, tetapi juga diingat oleh banyak orang. Tutur kata, perangai, dan hasil karya mereka akan abadi di dalam benak orang-orang yang pernah terhubung dengan mereka. Beberapa tokoh mungkin sangat kita kenal, beberapa lagi di antaranya mungkin agak asing karena masa kejayaan mereka telah meredup. 1. Dari Budi Anduk, kita belajar mengenai kesederhanaan apa adanya dan kejujuran yang murni mampu memancarkan pesona kel...

Kefemininan dan Kegemaran Membaca

Gambar
Ketika Anda berada dalam satu gerbong kereta dengan dua orang wanita: wanita pertama sibuk memainkan gawai ( gadget ) sambil mendengarkan musik; sementara wanita lainnya asyik membaca sebuah buku. Menurut Anda, lebih seksi wanita pertama atau kedua? Tentu preferensi kita bisa saja berbeda. Namun penilaian saya tetap jatuh pada wanita kedua (yang sedang asyik membaca buku). Tidak, saya tidak akan menilai dari parasnya saja. Keelokan seorang wanita itu relatif, menurut saya cantik belum tentu juga cantik menurut orang lain. Sedekat apa pun kita dengan seorang wanita, meskipun dia kekasih atau keluarga, tentu akan rumit apabila ingin menjalin komunikasi selagi dia keranjingan menatap layar gawai. Sebaliknya, kita tidak akan terlalu sulit menyapa wanita yang sedang membaca buku, terkadang malah kita segan untuk menegur karena takut mengganggunya. Sebagai pelanggan kereta listrik "Commuter Line" Jabodetabek, saya tak ingat berapa banyak orang membaca buku di dalam kereta. S...

Tempat Kita Hidup

Gambar
(Ilustrasi: Shutterstock ) Di mana kah kita hidup? Kita hidup di negara yang pemimpinnya lebih suka memidanakan pembuat meme atau tagar daripada menjerat para koruptor. Kita hidup di negara yang pemimpinnya menjadikan HAM sebagai jargon kampanye, tetapi setelah terpilih malah tidak mengindahkannya. Kita hidup di negara yang anak-anaknya lebih gemar bermain gawai daripada membaca buku. Kita hidup di masyarakat yang para orangtuanya sangat permisif terhadap sinetron tak bermutu tetapi represif terhadap kartun. Kita hidup di masyarakat yang suka sekali berkomentar tetapi jarang sekali bersedia untuk mencari tahu lebih dalam dan mendengar kisah dari sisi lain. Kita hidup di masyarakat yang sering menyisakan makanan, membenarkannya, dan menganggap orang yang menghabiskan makanannya sendiri sebagai tindakan yang rakus. Kita hidup di masyarakat yang para perokoknya lebih garang jika disuruh oleh orang lain untuk tidak merokok di tempat umum. Kita hidup di masyarakat yang ...

Pentingnya Pengetahuan dalam Kehidupan Manusia

Gambar
Ilustrasi oleh istockphoto Kamu mungkin pernah mendengar pepatah " Knowledge is Power " atau "Pengetahuan adalah Jendela Dunia", pepatah tersebut bukan sekadar kata mutiara belaka karena kenyataannya pengetahuan lebih dahsyat dari sekadar kekuatan atau kunci untuk mengarungi dunia. Tak banyak yang memahami betapa pentingnya pengetahuan dalam kehidupan, baik sebagai bentuk pembelajaran saat ini maupun di masa depan. Hakikat pengetahuan masih menjadi perdebatan di kalangan filsuf di bidang epistemologi. Definisi klasik yang yang tidak disepakati oleh Plato, menyatakan bahwa pengetahuan harus memenuhi tiga kriteria, yaitu: harus dibenarkan, benar, dan diyakini. Sedangkan definisi singkat pengetahuan adalah informasi yang berguna yang disesuaikan untuk tujuan tertentu sehingga dapat menjadi solusi suatu masalah. Pengetahuan tidak bisa diharapkan untuk menjadi sempurna, karena kemungkinan mengandung beberapa kesalahan yang dapat diperbaiki di kemudian hari. Berik...